πŸŽ“ Kerangka Teori: Peta Wajib Peneliti!

   


      Dalam dunia penelitian, kajian teori & kerangka teori itu ibarat peta—tanpa itu, peneliti bisa tersesat! 

Kajian Teor Wawasan Akademik yang Terverifikasi di bagian ini, kamu mengulas teori-teori besar (grand theory) dan konsep penting dari para ahli. Sumbernya harus resmi ya, seperti:

  • Buku akademik,
  • Artikel jurnal,
  • Tesis/disertasi
  • Situs ilmiah terpercaya.

⛔️ Ingat! Jangan pakai blog, Wikipedia, atau modul kuliah. Semua teori harus diparafrase dan disitasi dengan benar.

   Selain itu, kamu wajib menyertakan penelitian terdahulu (minimal 10 untuk skripsi), yang relevan dengan fokus penelitianmu. Tujuannya? Untuk menunjukkan:

  • Apa yang sudah diteliti,
  • Apa celahnya,
  • Dan apa posisi penelitianmu di antara yang lain.

      Kuantitatif Menjawab Rumusan Masalah Lewat Angka. Dalam pendekatan kuantitatif, kerangka teori digunakan untuk menjelaskan hubungan antar variabel. Teori dipilih untuk mendukung pengujian hipotesis. Misalnya, jika meneliti pengaruh media sosial terhadap perilaku, kita bisa gunakan Teori Stimulus-Respons. Semua ini diarahkan untuk menjawab rumusan masalah secara objektif dan terukur.

  Kualitatif Membaca Makna, Bukan Menghitung. Kalau dalam penelitian kualitatif, kerangka teori berfungsi sebagai alat bantu memahami fenomena. Peneliti menyusun "peta pemikiran" dari berbagai teori—misalnya teori representasi atau kekuasaan—untuk menafsirkan data. Ditambah lagi, peneliti akan membandingkan dengan penelitian terdahulu agar jelas posisi penelitiannya.

     πŸ” Intinya, baik kuantitatif maupun kualitatif, kajian & kerangka teori adalah alat utama untuk menjawab pertanyaan penelitian dan membangun argumen yang kuat.

      


Komentar